Jumat, 30 Oktober 2020

My Idea BMC ( LANJUTAN SESI 5 )

MY IDEA BMC

"ONLINE SHOP"

Perkembangan insdustri fashion di Indonesia tidak lepas dari penjualan melalui online. Pada saat ini, perkembangan dalam dunia bisnis fashion sangatlah pesat, produk fashion memiliki jenis yang sangat banyak mulai dari busana, tas, jam tangan, sandal, dan sepatu. Agar toko online tersebut berhasil, kita jual produk yang sedang ngre-trend. Tidak hanya mendatangkan keuntungan jangka pendek, tindakan seperti ini juga akan membawa keberhasilan bagi toko online dalam jangka panjang. Maka dengan menjual produk yang popularitasnya sedang menanjak toko online tersebut akan diminati banyak orang. Pelayanan pada toko online dilakukan hanya dengan  menjawab pertanyaan pelanggan seputar ketersediaan stok produk, pilihan warna, dan pertanyaan lainnya, setiap toko online menggunakan beberapa media pendukung lain seperti shope , instagram , whatsapp, line dan masih banyak lagi.

Berikut ini lanjutan 4 block of  BMC :

a.      Key Resources

Key resource ini adalah sumber daya yang harus dipenuhi atau resource yang harus kita miliki untuk melakukan aktivitas utama bisnis kita. Kalo kita kehilangan key resource ini bisnis kita tidak bisa jalan. Key resources ini dapat berupa sumber daya fisik atau sumber daya manusia.Contoh key resources: stock barang murah, PC/laptop atau smartphone, koneksi internet yang lancar, dll.

b.      Key Activities

Key Activities (kegiatan inti) adalah kegiatan-kegiatan yang menentukan keberhasilan suatu usaha.Tidak perlu semua aktivitas kita daftar disini, cukup hanya pekerjaan-pekerjaan penting yang menentukan tumbuh kembang usaha online shop kita saja. Contoh key activities: Membuat akun di marketplace, membuat akun di media sosoal, mencari supplier yang harganya murah, dsb.

c.       Key Partners

Key Partnerships merupakan mitra kerja sama yang mendukung jalannya usaha kita. kita harus bisa menentukan siapa yang jadi partner utama kita. Contoh key partners: Supplier, jasa ekspedisi, marketplace, dsb.

d.      Cost Structure

Cost Structure menggambarkan semua biaya-biaya yang muncul untuk menjalankan usaha kita.Semua upaya untuk mewujudkan Value Proposition melalui Channel yang tepat, Key Resources, dan Key Activities yang andal, semuanya membutuhkan biaya. Contoh cost structure: biaya pembelian dan pengiriman, biaya marketing, biaya internet, pulsa, listrik, biaya transportasi, dsb.

 

Berikut ini image BMC bisnis saya :

Key Partners

-Suplier

-Kurir

 

Key Activities

-Clien

-Stok barang

-Pemasaran

-Sosial media Update

Value Proposition

-Custom jumlah banyak

- Kualitas yang bagus

-Harga yang terjangkau

- Service yang meuaskan customer

 

Customer Relationship

-Free Ongkir

 

Customer segments

-Female /Male

 

 

Key Resources

-Peralatan CS

-Barang yang akan dijual

-Ready stok

Channels

-Sosial Media

-Influencer/Selebgram

-Reseller

 

Cost Structure

-Internet

-Biaya produksi

-Gaji karyawan

Revenue  Streams

-Profit

 

Sabtu, 24 Oktober 2020

My Idea BMC

 

Online Shop

Key Partners

-Suplier

-Kurir

 

 

Key Activities

-Clien

-Stok barang

-Pemasaran

-Sosial media Update

Value Proposition

-Custom jumlah banyak

- Kualitas yang bagus

-Harga yang terjangkau

- Service yang meuaskan customer

 

Customer Relationship

-Free Ongkir

 

Customer segments

-Female /Male

 

 

 

Key Resources

-Peralatan CS

-Barang yang akan dijual

-Ready stok

Channels

-Sosial Media

-Influencer/Selebgram

-Reseller

 

Cost Structure

-Internet

-Biaya produksi

-Gaji karyawan

Revenue  Streams

-Profit

Jumat, 16 Oktober 2020

Business Model Canvas (BMC)

 



Business Model

Business Model sebenarnya adalah frame dari sebuah rencana bisnis dengan memikirkan bagaimana perusahaan akan mendapatkan keuntungan atau pendapatan dengan memperhitungkan semua komponen bisnis , dengan pengertian sederhananya adalah bagaimana perusahaan dapat menghasilkan uang. Menurut Alexander Osterwalder, Business Model adalah gambaran dasar bagaimana sebuah organisasi membuat, men-deliver dan menangkap value yang ada. Business Model bersifat seperti blueprint untuk strategi yang akan diimplementasikan ke seluruh organisasi, proses dan sistem. Semua pelaku bisnis harus memiliki pemahaman yang sama terhadap Business Model sehingga diperlukan sebuah konsep yang dapat memberikan satu gambaran standar.

                                                                

Business Model Canvas

Business Model Canvas (BMC) adalah kerangka kerja yang paling populer untuk mendefinisikan model bisnis startup. Kanvas disusun untuk menjelaskan, memvisualisasikan, menilai, dan mengubah model bisnis agar menghasilkan kinerja yang lebih optimal untuk startup. Kanvas ini dapat digunakan untuk semua jenis startup, tanpa terbatas sektor usahanya. Bagi founder dan/atau mentor startup, BMC digunakan untuk menganalisis kekuatan dan kekurangan proses bisnis.

 

Kegunaan/tujuan Pembuatan Business Model Canvas

Business Model Canvas dapat digunakan untuk melihat hubungan yang erat dan kuat dalam memberikan Value kepada pelanggan Anda yang bersinergi dari sudut pandang Departemen Sales/Marketing, Pembuatan Business Model Canvas bertujuan untuk membantu perusahaan merancang perencanaan proses bisnis dan menetapkan serta memvalidasi poin penting dalam bisnis seperti; sumber daya, aktivitas, hubungan yang akan dijalin dengan pihak terkait, pendapatan, hingga pengeluaran yang harus dikeluarkan.

 


Business model canvas, setidaknya memiliki 9 segmen yang penting, di antaranya:

1. Costumer Segment / Segmentasi Konsumen

Di pilar pertama dari BMC, hal yang dibahas adalah tentang segmentasi konsumen atau pasar yang dituju. Dalam elemen ini, perlu dijelaskan secara mendetail siapa saja yang potensial untuk menjadi konsumen dari bisnis tersebut. Dapat pula disertakan alasan mengapa target merupakan konsumen potensial.

 

2. Value Propositions / Proposisi Nilai

Pilar kedua berisi tentang nilai atau tepatnya keunggulan dari bisnis terkait. Apa yang membuatnya berbeda dan lebih menarik dibandingkan bidang bisnis lain. Dalam penyusulan value propositions, penting untuk mengutamakan pembahasan inovasi yang ditawarkan dalam bisnis tersebut.

 

3. Channel / Jalur

Jalur dalam pilar ketiga lebih mengacu pada media promosi yang hendak digunakan untuk memasarkan bisnis itu. Tentu saja, taktik promosi menjadi faktor penting dalam kesuksesan usaha. Jadi, dalam elemen bisnis model canvas kali ini akan dijelaskan rinci metode pemasaran yang efektif.

 

4. Costumer Relationships / Hubungan dengan Pelanggan

Bagaimana cara menjaga hubungan baik sekaligus mempertahankan loyalitas konsumen merupakan elemen selanjutnya dalam business model canvas. Di pilar ini, perlu diuraikan secara terperinci perihal strategi jitu agar konsumen tidak berpindah kepada kompetitor.

 

5. Revenue Stream / Aliran Pendapatan

Elemen kelima berkaitan dengan pendapatan bisnis. Revenue stream terbagi menjadi cost atau pendanaan dan revenue atau pendapatan. Dengan kata lain, di sini dijelaskan mengenai sumber asal modal dan objek yang berpotensi menghasilkan keuntungan.

 

6. Key Activities / Kegiatan Kunci

Pilar ini berhubungan dengan pilar kedua, yakni value propositions. Aktivitas apa yang dapat menciptakan nilai unggul terhadap perusahaan? Dalam pilar key activities, perlu dijabarkan perihal kegiatan yang efektif dalam meningkatkan nilai bisnis.

 

7. Key Resources / Sumber Daya Utama

Catatan aset perusahaan secara lengkap perlu dijelaskan dalam elemen ini. Penulisannya perlu berhati-hati karena berpotensi tertukar dengan pilar revenue stream karena kemiripan poin. Material produk, sarana dan prasarana merupakan contoh elemen yang wajib tercatat.

 

 

8. Key Partnership / Mitra Kunci

Salah satu kunci kesuksesan bisnis adalah menjalin kemitraan atau kerja sama. Pada elemen bisnis model canvas key partnership, dijabarkan tentang siapa saja yang potensial untuk menjalin kemitraan atau telah sukses mencapai kesepakatan kerja sama.

 

9. Cost Structure / Struktur Pembiayaan

Pilar terakhir cukup menjebak di mana berisi tentang keterangan detail kebutuhan pendanaan untuk seluruh aktivitas bisnis. Bukan sumber asal modal atau ketersediaan sumber daya, melainkan kalkulasi biaya keseluruhan kegiatan.

 

Contoh Bisnis Model Canvas

Berikut ini merupakan sebuah contoh business model canvas yang dapat diterapkan :

Bisnis Model Canvas Kafe Kopi Kulo

Segmentasi Konsumen

Target konsumen merupakan generasi millennial dengan rentang usia 15-40 tahun.

  • Pelajar.
  • Mahasiswa.
  • Pegawai.

Proposisi Nilai

  • Kopi Kulo menyediakan kopi aneka varian yang kekinian dengan cita rasa otentik dan bahan baku berkualitas terbaik.
  • Kopi Kulo merupakan kafe yang nyaman untuk menghabiskan waktu luang.

Jalur

  • Sosial media
  • Bazaar instansi.
  • Karnaval kuliner.
  • Aplikasi pengantaran makanan daring.

Hubungan dengan Pelanggan

  • Memberikan diskon 50% untuk pembelian kedua.
  • Promo gratis satu cup Kopi Kulo varian tertentu dengan membeli dua cup kopi.
  • Harga promo untuk event tertentu seperti karnaval kuliner dan bazaar.
  • Promo khusus untuk pembelian melalui aplikasi pengantaran makanan daring.

Sumber Pendapatan

  • Modal pribadi pemilik Kafe Kulo.
  • Investasi pihak ketiga.
  • Penjualan per cup Kopi Kulo.
  • Penjualan menu pendamping Kopi Kulo.
  • Sistem bagi hasil melalui kerja sama dengan pedagang yang menitipkan produk di Kopi Kulo.

Aktivitas Kunci

  • Membeli biji kopi kualitas terbaik dari petani.
  • Menggunakan bahan-bahan pendamping yang berkualitas.
  • Memberikan pelayanan terbaik, cepat dan ramah.
  • Mempertahankan kualitas rasa dari produk-produk yang ditawarkan dari Kopi Kulo.

Sumber Daya Utama

  • Lokai penjualan yang strategis, dekat dengan instansi dan lembaga pendidikan.
  • Mesin espresso otomatis.
  • Petani kopi dengan kualitas biji kopi terbaik.
  • Suplaier bahan dan alat pelengkap.

Sumber Daya Utama

  • Lokai penjualan yang strategis, dekat dengan instansi dan lembaga pendidikan.
  • Mesin espresso otomatis.
  • Petani kopi dengan kualitas biji kopi terbaik.
  • Suplaier bahan dan alat pelengkap.

Sumber Daya Utama

  • Lokai penjualan yang strategis, dekat dengan instansi dan lembaga pendidikan.
  • Mesin espresso otomatis.
  • Petani kopi dengan kualitas biji kopi terbaik.
  • Suplaier bahan dan alat pelengkap.

Mitra Kunci

  • Petani kopi.
  • Suplaier bahan.
  • Penyelenggara event festival kuliner.
  • Influencer.

Struktur Pembiayaan

  • Penyediaan alat.
  • Penyediaan lokasi kafe.
  • Penyediaan bahan baku.
  • Biaya promosi (pembukaan, festival kuliner, pekan promosi, dan promo kerja sama).